Bangun & renovasi · Jabodetabek & Pulau Jawa
085220517160Chat WhatsApp
Panduan

Checklist Serah Terima Rumah dari Kontraktor: Cek Fisik, Dokumen, dan Retensi

Sebelum menandatangani BAST, periksa rumah ruang demi ruang dengan checklist ini. Anda akan tahu cara menguji atap, keramik, listrik, dan air, dokumen apa yang harus diterima, serta cara mengatur retensi dan masa pemeliharaan agar kontraktor tetap bertanggung jawab atas cacat yang muncul belakangan.

11 menit baca
Kontraktor menyerahkan kunci rumah baru kepada pemilik
Foto: Foto: Pavel Danilyuk / Pexels (Pexels License)

Checklist serah terima rumah dari kontraktor adalah daftar pemeriksaan yang Anda pakai sebelum menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST). Isinya mencakup cek fisik setiap area rumah, uji fungsi listrik dan air, kelengkapan dokumen seperti gambar as-built dan garansi, serta daftar temuan yang wajib diperbaiki kontraktor. Lakukan pemeriksaan ini sebelum tanda tangan. Setelah BAST pertama ditandatangani, posisi tawar Anda jauh lebih lemah.

Panduan ini menjelaskan urutannya dari awal. Anda akan tahu apa yang perlu dibawa, apa yang dicek di tiap ruangan, dokumen apa yang harus diterima, dan bagaimana mengatur masa pemeliharaan serta retensi. Bahasanya dibuat sederhana agar bisa langsung dipakai di lapangan.

Pemilik rumah memeriksa dinding sebelum serah terima
Periksa rumah sebelum menandatangani BAST pertama. Foto: RDNE Stock project / Pexels.

Apa itu serah terima rumah dan kapan dilakukan

Serah terima adalah momen resmi ketika kontraktor menyerahkan hasil pekerjaan kepada pemilik. Dalam proyek rumah, serah terima biasanya terjadi dua kali.

Serah terima pertama (PHO / BAST pertama)

PHO adalah singkatan dari Provisional Hand Over. Artinya serah terima sementara. Pada tahap ini pekerjaan dianggap selesai 100% menurut kontrak. Rumah sudah bisa ditempati. Namun kontraktor masih bertanggung jawab atas cacat yang muncul selama masa pemeliharaan.

Dokumen yang ditandatangani disebut BAST pertama atau BAST I. Biasanya pada tahap ini pembayaran dilunasi kecuali dana retensi.

Serah terima kedua (FHO / BAST kedua)

FHO adalah Final Hand Over. Ini serah terima akhir setelah masa pemeliharaan selesai. Semua temuan dari masa pemeliharaan harus sudah diperbaiki. Setelah BAST kedua ditandatangani, dana retensi dicairkan dan tanggung jawab kontraktor atas pekerjaan umumnya berakhir, kecuali untuk garansi tertentu yang disebut di kontrak.

Kapan waktu yang tepat

Ajukan jadwal pemeriksaan setelah kontraktor menyatakan pekerjaan selesai dan lokasi sudah dibersihkan. Jangan memeriksa saat tukang masih bekerja. Debu, perkakas, dan material sisa akan menutupi cacat.

Pilih siang hari agar cahaya cukup. Bila memungkinkan, jadwalkan juga satu kunjungan sore atau saat hujan untuk melihat rembesan. Untuk gambaran lama proyek sampai titik ini, baca berapa lama membangun rumah dua lantai.

Persiapan sebelum hari pemeriksaan

Pemeriksaan yang baik butuh alat sederhana. Hampir semuanya sudah ada di rumah atau bisa dibeli murah di toko bangunan.

  • Meteran gulung 5 meter untuk mengukur ukuran ruang, lebar pintu, dan tinggi plafon.
  • Waterpass atau aplikasi waterpass di ponsel untuk mengecek lantai, kusen, dan meja dapur.
  • Senter untuk melihat sudut gelap, bawah wastafel, dan rongga plafon.
  • Ember berisi air untuk uji kemiringan lantai kamar mandi dan aliran saluran.
  • Tester listrik (obeng tespen) atau cukup charger ponsel untuk mencoba setiap stop kontak.
  • Lakban kertas berwarna untuk menandai titik cacat langsung di lokasi.
  • Kamera ponsel dengan memori cukup. Foto setiap temuan.
  • Koin atau gagang obeng untuk mengetuk keramik.
  • Salinan kontrak, RAB, dan gambar kerja sebagai acuan spesifikasi.
  • Buku catatan atau formulir temuan yang sudah dibagi per ruangan.

Minta kontraktor atau mandor hadir. Pastikan listrik PLN atau genset sudah menyala dan air sudah mengalir. Tanpa itu, separuh pemeriksaan tidak bisa dilakukan.

Siapkan juga waktu. Untuk rumah satu lantai, perkirakan 2 sampai 3 jam. Rumah dua lantai bisa memakan setengah hari. Jangan buru-buru.

Checklist pemeriksaan fisik per area

Periksa rumah berurutan. Mulai dari luar, lalu masuk ruang demi ruang, dari atas ke bawah. Cara ini mencegah ada bagian yang terlewat. Tabel di bawah bisa Anda cetak dan bawa.

Struktur dan dinding

Yang dicekCara mengecekTanda masalah
Retak dindingSorot senter miring ke permukaan dindingRetak diagonal di sudut pintu atau jendela, retak lebar lebih dari rambut
Ketegakan dindingTempel waterpass vertikal di beberapa titikGelembung jauh dari tengah, dinding tampak miring
Kolom dan balokLihat sambungan dengan dinding dan plafonRetak memanjang mengikuti kolom, besi terlihat, keropos
Kerataan plesteranTempel penggaris panjang atau jalur sinar senterBergelombang, kopong saat diketuk
RembesanRaba dinding dekat lantai dan kamar mandiNoda lembap, cat menggelembung, jamur

Retak rambut halus pada plesteran sering terjadi akibat penyusutan. Retak yang lebar, panjang, atau diagonal perlu dicatat dan ditanyakan penyebabnya ke kontraktor.

Atap dan plafon

Yang dicekCara mengecekTanda masalah
Kebocoran atapUji siram air dengan selang ke atap, atau periksa setelah hujanTetesan, noda kuning di plafon
PlafonLihat dari sudut ruangan ke arah lampuMelendut, sambungan papan terlihat, retak di nat
Rangka atapIntip lewat lubang inspeksi dengan senterBaut longgar, rangka melengkung, bekas air
Lisplang dan nokLihat dari halamanGaris atap tidak lurus, genteng retak atau bergeser
Lubang inspeksi plafonBuka dan tutup kembaliTidak ada, macet, atau terlalu sempit

Lantai dan keramik

Yang dicekCara mengecekTanda masalah
Keramik kopongKetuk tiap keramik dengan koin atau gagang obengBunyi "tok" kosong, bukan bunyi padat
KerataanLetakkan waterpass di beberapa arahLantai miring di ruang kering, ada bagian menonjol
Kemiringan kamar mandiTuang seember air, amati alirannyaAir menggenang, tidak lari ke floor drain
NatLihat garis antar keramikNat tidak lurus, berlubang, warna tidak seragam
PermukaanSorot senter rendahKeramik gompal, retak, beda motif atau warna

Keramik kopong satu atau dua keping mungkin tidak langsung bermasalah. Namun keramik kopong cenderung retak atau lepas kemudian hari. Tandai dengan lakban dan masukkan ke daftar temuan.

Lantai keramik kamar mandi dengan saluran pembuangan
Uji kemiringan lantai kamar mandi dengan menuang seember air. Foto: ClickerHappy / Pexels.

Pintu dan jendela

Yang dicekCara mengecekTanda masalah
KunciCoba semua kunci di setiap pintuSeret, tidak mengunci penuh, kunci tertukar
EngselBuka tutup pelan dan cepatBerbunyi, daun pintu turun, baut kurang
CelahLihat sela daun pintu dan kusenCelah tidak sama lebar, menggesek lantai
JendelaBuka, tutup, dan kunci tiap jendelaMacet, karet kaca lepas, kaca retak
KusenCek dengan waterpass dan raba pertemuan dengan dindingMiring, celah tanpa sealant, rawan rembes

Listrik

Yang dicekCara mengecekTanda masalah
Stop kontakColok charger ponsel ke setiap stop kontakTidak mengisi, longgar, panas
Saklar dan lampuNyalakan dan matikan satu per satuLampu tidak menyala, saklar tertukar
Panel MCBBuka panel, baca label tiap MCB, coba matikan per grupTidak ada label, satu MCB mematikan semua
GroundingTanyakan titik arde, lihat kabel hijau-kuning di stop kontakTidak ada kabel arde, stop kontak tanpa kaki grounding
Titik sesuai gambarCocokkan jumlah titik dengan gambar instalasiTitik kurang, posisi berbeda dari rencana

Air bersih dan sanitasi

Yang dicekCara mengecekTanda masalah
Tekanan airBuka semua keran bersamaanAliran lemah, terutama di lantai atas
Sambungan pipaLihat bawah wastafel dan sekitar meteran air dengan senterTetesan, lantai basah, noda rembesan
KlosetSiram beberapa kaliAliran lemah, air terus mengalir, bau
Saluran pembuanganTuang air ke floor drain dan wastafelLambat surut, berbalik, bau dari saluran
Septic tankTanyakan lokasi, kapasitas, dan lubang kontrolLokasi tidak diketahui, tidak ada lubang sedot
Pemanas air dan pompaNyalakan dan dengarkanPompa sering hidup mati sendiri, bunyi kasar

Cat dan finishing

Yang dicekCara mengecekTanda masalah
Cat dindingLihat dari jarak sekitar satu meter dengan cahaya sampingBelang, bekas roller, cat tipis
WarnaCocokkan dengan kode warna di kontrakWarna berbeda antar ruang yang mestinya sama
KebersihanPeriksa kaca, keramik, kusen, dan saklarCipratan cat, semen menempel
Detail sudutLihat pertemuan dinding dan plafonGaris tidak rapi, list plafon renggang

Luar rumah

Yang dicekCara mengecekTanda masalah
TalangSiram atap, lihat aliran ke talangBocor di sambungan, air meluap, talang miring terbalik
Saluran kelilingTuang air di ujung saluranAir tidak mengalir ke saluran kota, genangan
PagarGoyang perlahan, buka tutup pintu pagarGoyah, roda macet, karat di las
CarportCek kemiringan dan permukaanAir mengalir ke arah rumah, permukaan retak
Dinding luarLihat dari halaman dan tetanggaRetak, cat belum selesai di sisi yang jarang terlihat

Jangan lupa sisi rumah yang menempel ke tetangga. Bagian ini sering dikerjakan paling akhir dan paling sering terlewat.

Dokumen yang wajib Anda terima

Rumah yang bagus tanpa dokumen akan menyulitkan Anda nanti. Misalnya saat mau memasang AC, memaku dinding, atau memperbaiki pipa bocor. Minta dokumen berikut sebelum atau saat BAST pertama.

  • BAST pertama yang mencantumkan tanggal, nama proyek, nilai kontrak, lama masa pemeliharaan, dan daftar temuan terlampir.
  • Gambar as-built, yaitu gambar sesuai kondisi terbangun. Gambar ini bisa berbeda dari gambar kerja awal karena perubahan di lapangan.
  • Jalur pipa dan kabel. Bisa berupa gambar, atau minimal foto dinding dan lantai sebelum diplester yang diberi keterangan.
  • Kartu garansi material dan peralatan, misalnya pompa air, pemanas air, kloset, keran, rangka atap, dan cat bila ada.
  • Semua kunci beserta duplikat, diberi label per pintu. Termasuk kunci panel listrik dan gembok pagar.
  • Daftar kontak mandor, pemasang instalasi, dan pemasok utama untuk keperluan perbaikan.
  • Sisa material yang masih berguna, seperti beberapa dus keramik dan sisa cat dengan kode warnanya. Ini penting untuk perbaikan kecil nanti.
  • Kuitansi dan rekap pembayaran yang menunjukkan total yang sudah dibayar dan sisa retensi.

Simpan semua dokumen dalam satu map. Foto atau pindai juga, lalu simpan salinannya di penyimpanan daring.

Gambar kerja dan kunci rumah di atas meja
Minta gambar as-built, kartu garansi, dan semua kunci saat serah terima. Foto: Pavel Danilyuk / Pexels.

Daftar temuan (punch list): cara mencatat yang rapi

Daftar temuan atau punch list adalah catatan semua cacat dan pekerjaan yang belum sempurna. Daftar ini menjadi lampiran BAST. Tanpa daftar tertulis, perbaikan sering hanya jadi janji lisan.

Cara mencatat

  1. Bagi daftar per ruangan. Contoh: teras, ruang tamu, kamar 1, kamar mandi atas.
  2. Beri nomor urut pada setiap temuan.
  3. Tulis lokasi yang spesifik. Bukan "keramik kopong", tapi "keramik kopong 3 keping, dekat pintu kamar mandi atas".
  4. Tempel lakban di titik cacat dan tulis nomor temuannya di lakban.
  5. Foto setiap temuan dengan lakban nomor terlihat di foto.
  6. Tulis tindakan yang diminta, misalnya bongkar pasang ulang, cat ulang, atau ganti engsel.

Tenggat perbaikan

Sepakati tenggat untuk setiap temuan. Temuan kecil seperti cat belang atau engsel bunyi biasanya bisa selesai dalam hitungan hari. Temuan besar seperti atap bocor atau saluran mampet perlu dijadwalkan lebih jelas. Tulis tanggalnya di daftar, jangan cukup "secepatnya".

Tanda tangan bersama

Daftar temuan ditandatangani Anda dan wakil kontraktor. Masing-masing memegang salinan. Setelah perbaikan selesai, lakukan pemeriksaan ulang. Coret temuan yang sudah beres dan beri paraf bersama.

Pegangan sederhana: setiap temuan harus punya nomor, foto, lokasi, tindakan, dan tenggat. Jika salah satu tidak ada, temuan itu mudah terlupakan.

Ada dua pilihan menangani temuan. Pertama, BAST pertama ditunda sampai semua temuan beres. Kedua, BAST tetap ditandatangani dengan daftar temuan terlampir sebagai kewajiban kontraktor. Pilihan kedua lazim bila temuannya kecil. Bila temuannya besar atau menyangkut fungsi utama, lebih aman menunda.

Masa pemeliharaan dan retensi

Masa pemeliharaan adalah periode setelah BAST pertama ketika kontraktor masih wajib memperbaiki cacat pekerjaan. Retensi adalah sebagian nilai kontrak yang ditahan pemilik sebagai jaminan selama masa itu.

Besaran dan lamanya

Sebagai praktik umum, retensi yang lazim sekitar 5% dari nilai kontrak. Masa pemeliharaan biasanya 3 sampai 6 bulan untuk proyek rumah. Angka ini bukan aturan baku. Setiap kontrak bisa berbeda, jadi cek pasal masa pemeliharaan di kontrak Anda.

Masa 3 sampai 6 bulan dipilih karena cukup untuk melewati beberapa kali hujan deras. Di masa itu kebocoran dan rembesan biasanya mulai terlihat. Retak penyusutan juga umumnya sudah muncul.

Pengaturan retensi berkaitan erat dengan termin pembayaran. Penjelasan lengkapnya ada di artikel termin pembayaran kontraktor: cara aman untuk pemilik.

Kapan retensi dicairkan

Retensi dicairkan setelah masa pemeliharaan selesai, semua temuan diperbaiki, dan BAST kedua ditandatangani. Lakukan pemeriksaan sekali lagi sebelum FHO. Gunakan checklist yang sama. Bandingkan dengan daftar temuan lama dan catat bila ada cacat baru.

Apa yang ditanggung dan tidak

Umumnya ditanggung kontraktorUmumnya tidak ditanggung
Atap bocor akibat pemasanganKerusakan karena renovasi atau bongkaran oleh pihak lain
Keramik kopong atau lepasKerusakan akibat benturan atau pemakaian yang salah
Pipa bocor di sambunganSaluran mampet karena sampah atau minyak dari penghuni
Retak dinding akibat pengerjaanKerusakan karena bencana alam, kecuali diatur lain
Pintu atau jendela macet karena pemasanganKeausan wajar seperti cat pudar karena cuaca
Instalasi listrik yang salah sambungPeralatan tambahan yang dipasang sendiri oleh pemilik

Peralatan pabrikan seperti pompa air atau pemanas air biasanya mengikuti garansi pabrik, bukan garansi kontraktor. Karena itu kartu garansinya penting Anda simpan.

Selama masa pemeliharaan, catat setiap masalah baru dengan tanggal dan foto. Kirim ke kontraktor secara tertulis. Pesan tertulis lebih mudah ditelusuri daripada telepon.

Tukang memperbaiki plafon yang bocor
Cacat yang muncul selama masa pemeliharaan menjadi tanggung jawab kontraktor. Foto: Tima Miroshnichenko / Pexels.

Kesalahan umum pemilik saat serah terima

Banyak masalah setelah pindah sebenarnya bisa dicegah saat serah terima. Berikut kesalahan yang paling sering terjadi.

  • Tanda tangan BAST di hari yang sama tanpa memeriksa. Rasa lega karena rumah selesai membuat pemilik terburu-buru.
  • Memeriksa saat listrik atau air belum tersambung. Akibatnya instalasi tidak teruji sama sekali.
  • Melunasi semua pembayaran tanpa retensi. Anda kehilangan alat tawar bila ada cacat muncul belakangan.
  • Tidak meminta gambar as-built. Kelak sulit tahu letak pipa saat memaku atau membobok dinding.
  • Daftar temuan hanya lisan. Mandor bisa berganti, dan janji ikut hilang.
  • Mengisi perabot sebelum pemeriksaan selesai. Lemari dan kasur menutupi dinding dan lantai yang perlu dicek.
  • Tidak mencocokkan spesifikasi dengan kontrak. Merek, ukuran, atau jenis material bisa berbeda tanpa Anda sadari.
  • Melupakan sisi luar dan atap. Bagian yang jarang dilihat justru sering menyimpan masalah.

Bila kontraktor menolak memperbaiki

Kadang kontraktor menganggap temuan bukan tanggung jawabnya. Jangan langsung emosi. Ikuti langkah bertahap.

  1. Kembali ke dokumen. Tunjukkan pasal kontrak, spesifikasi di RAB, dan foto temuan. Diskusi berbasis dokumen lebih cepat selesai.
  2. Minta penjelasan tertulis. Bila kontraktor menolak, minta alasannya ditulis. Kadang ada alasan teknis yang masuk akal.
  3. Kirim surat teguran. Tulis daftar temuan, tenggat, dan rujukan pasal kontrak. Kirim lewat pesan tertulis atau surat yang bisa dibuktikan.
  4. Gunakan retensi sesuai kontrak. Banyak kontrak mengatur bahwa pemilik boleh memakai dana retensi untuk memperbaiki sendiri bila kontraktor lalai. Pastikan klausul ini ada sebelum dipakai.
  5. Minta pihak ketiga menilai. Konsultan pengawas atau tenaga ahli independen bisa memberi pendapat netral.
  6. Jalur hukum sebagai langkah akhir. Mediasi lebih murah dan cepat. Gugatan baru dipertimbangkan bila nilai sengketa sebanding.

Kunci semua langkah ini adalah catatan yang rapi sejak awal. Foto, daftar temuan bertanda tangan, dan pesan tertulis adalah bukti terkuat Anda.

Ingin proses ini lebih tenang sejak awal? Pelajari alur kerja kami di halaman cara kerja dan lihat ruang lingkup di layanan pekerjaan. Pemeriksaan yang baik dimulai dari perencanaan yang jelas, termasuk apa saja yang dicek saat survei lahan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa beda BAST pertama dan BAST kedua?

BAST pertama ditandatangani saat pekerjaan dinyatakan selesai dan rumah diserahkan. Masa pemeliharaan dimulai sejak tanggal ini. BAST kedua ditandatangani setelah masa pemeliharaan berakhir dan semua perbaikan beres. Setelah BAST kedua, retensi biasanya dicairkan.

Berapa lama masa pemeliharaan kontraktor rumah?

Sebagai perkiraan umum, 3 sampai 6 bulan. Ada juga kontrak yang mengatur lebih lama untuk bagian tertentu seperti atap atau struktur. Lihat pasal masa pemeliharaan di kontrak Anda.

Apakah retensi 5 persen wajib?

Tidak ada angka tunggal yang wajib untuk proyek rumah pribadi. Retensi sekitar 5% adalah praktik yang lazim. Yang penting besaran, lama, dan syarat pencairannya tertulis jelas di kontrak dan disepakati kedua pihak.

Apa itu gambar as-built dan kenapa penting?

Gambar as-built adalah gambar yang menggambarkan rumah sesuai kondisi terbangun, termasuk perubahan selama proyek. Gambar ini membantu Anda mengetahui letak pipa, kabel, dan struktur saat renovasi, memasang perabot, atau memperbaiki kerusakan.

Bolehkah saya menolak menandatangani BAST?

Boleh, bila ada pekerjaan yang belum selesai atau cacat yang menyangkut fungsi utama rumah. Sampaikan alasan secara tertulis dan lampirkan daftar temuan. Sepakati tanggal pemeriksaan ulang agar proses tidak menggantung.

Perlukah membawa ahli saat cek rumah sebelum serah terima?

Tidak wajib. Checklist di artikel ini cukup untuk temuan yang umum. Namun untuk rumah besar, rumah dua lantai, atau bila Anda ragu soal retak struktur, membawa tenaga teknik independen bisa sangat membantu.

Bagaimana jika cacat muncul setelah masa pemeliharaan habis?

Setelah BAST kedua, tanggung jawab kontraktor umumnya berakhir kecuali ada garansi khusus di kontrak. Untuk peralatan pabrikan, gunakan garansi pabrik. Karena itu pemeriksaan menjelang FHO harus sama teliti dengan pemeriksaan pertama.


Bila Anda sedang merencanakan pembangunan atau renovasi dan ingin serah terima yang jelas sejak kontrak, jadwalkan survei bersama tim kami. Untuk pertanyaan lain, hubungi kami lewat halaman kontak.

Lainnya di Panduan

Siap mulai proyek Anda?

Ceritakan rencana bangun atau renovasi Anda. Kami jadwalkan survei, lalu kirim penawaran tertulis per bagian pekerjaan.

Jadwalkan SurveiChat WhatsApp